Berita Terbaru
Optimalisasi Dana Zakat BAZNAS untuk Tingkatkan Akses Kesehatan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan perannya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengelolaan dana zakat yang lebih terarah dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta.
Hal ini diungkapkan oleh Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam sebuah rapat yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI terkait kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, Kamis (28/11/2024).
Saidah menjelaskan, potensi zakat yang sangat besar di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas kesehatan nasional. Melalui pengelolaan dana zakat yang lebih strategis, BAZNAS bertujuan menarik lebih banyak kontribusi dari para muzaki untuk mendanai program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, BAZNAS telah mengalokasikan anggaran yang meningkat setiap tahun untuk mendukung program kesehatan. Fokus utama mencakup layanan kesehatan dasar, respons tanggap darurat, hingga pengentasan masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di banyak wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Lebih lanjut, Saidah menegaskan bahwa program-program kesehatan yang dikelola BAZNAS selaras dengan prinsip maqashid syariah, yang salah satunya menekankan pentingnya menjaga jiwa manusia. Pendekatan ini sekaligus memperkuat ikatan spiritual antara muzaki dan mustahik, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan kekurangan gizi.
“Kami terbuka untuk kerja sama yang lebih luas demi mendukung prioritas kesehatan nasional. Dengan optimalisasi dana zakat, kami yakin dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok mustahik,” tutup Saidah.
BERITA12/02/2025 | Humas
CSR Award 2024, BAZNAS RI Raih Prestasi bidang Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuktikan komitmen dalam memberdayakan masyarakat dengan menerima penghargaan kategori gold pada ajang Indonesian SDGs Awards 2024. Penghargaan tersebut diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD).
Acara penganugerahan berlangsung di Jakarta, Kamis (28/11/2024), dengan penghargaan diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, didampingi Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR, Eka Budhi Sulistyo.
Saidah mengungkapkan, penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Ini juga menjadi motivasi bagi kami selaku lembaga pengelola zakat untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa,” ujar dia.
Ia menambahkan, penghargaan ini mencerminkan keberhasilan program-program BAZNAS RI, seperti Lumbung Pangan, Balai Ternak, dan Zakat Community Development, yang berbasis dana ZIS serta unit pengumpulan zakat (UPZ) dan CSR. Program tersebut telah berkontribusi besar dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“BAZNAS RI sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, selain sebagai lembaga yang aktif dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah, juga melakukan penyaluran dalam bentuk pendistribusian dan pendayagunaan zakat," ucap Saidah.
Dalam implementasinya, BAZNAS RI menerapkan prinsip “3A”, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
“Prinsip '3A' ini bukan hanya slogan, tetapi merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan bahwa setiap dana yang dikelola benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata dia.
Lebih lanjut, Saidah menyampaikan bahwa inovasi program pemberdayaan umat akan terus ditingkatkan.
"Kami ingin zakat tidak hanya menjadi alat bantu perekonomian, tetapi juga solusi berkelanjutan yang mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih mandiri," tutur dia.
Dengan penghargaan ini, BAZNAS RI berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program-programnya dan memperluas jangkauan manfaatnya bagi masyarakat," ujar Saidah.
PENULIS : ILHAM
EDITOR : YMK
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS Dorong Kemajuan Pendidikan Papua dengan Peluncuran Buku Inspiratif
PENULIS : RAEIHAN
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperingati Hari Guru Nasional 2024 dengan memperkenalkan buku bertema edukasi di Papua, yang menyoroti perjalanan inspiratif para pengajar di wilayah tersebut.
Acara peluncuran dilakukan secara virtual melalui kanal YouTube BAZNAS TV baru-baru ini di Jakarta. Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, perwakilan perguruan tinggi, dan mentor beasiswa untuk para guru di Papua.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menjelaskan, momentum Hari Guru Nasional dimanfaatkan untuk menegaskan bahwa dana zakat dapat digunakan dalam mendukung pendidikan, khususnya di daerah terpencil yang membutuhkan perhatian lebih.
Menurut dia, inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas guru dan mewujudkan pemerataan pendidikan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, ia juga memaparkan peran BAZNAS dalam mendukung pembangunan pendidikan tinggi di Papua melalui program Beasiswa Guru Papua. Program ini bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Papua, yaitu IAIN Fattahul Muluk Papua, IAIN Sorong, dan Universitas Cendrawasih, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 150 orang. Bantuan tersebut mencakup pembiayaan pendidikan dan bimbingan dari mentor kampus.
Hasil dari program ini melahirkan buku yang menggambarkan perjuangan para guru di Papua, yang bertujuan memberikan inspirasi dan menyuarakan urgensi pendidikan di wilayah tersebut.
Menurut Pimpinan BAZNAS bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, peluncuran buku ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan semangat para pendidik di Papua, sejalan dengan visi BAZNAS RI untuk memberikan keadilan pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Jihad dan perjuangan yang dilakukan oleh guru maupun calon guru di Papua menjadi bagian dari semangat kita untuk membangkitkan dan memajukan Indonesia," kata Saidah.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Fattahul Muluk, menambahkan, kisah-kisah dalam buku tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak terkait tentang arti penting pendidikan sebagai alat transformasi bagi masa depan yang lebih cerah, khususnya di Papua dan seluruh Indonesia.
"Buku ini tidak hanya menginspirasi para guru, tetapi juga menjadi pengikat bagi kita semua, terutama pengambil kebijakan, baik di tingkat daerah maupun nasional tentang urgensi pendidikan berkualitas untuk generasi masa depan yang lebih baik," ucap dia.
BERITA12/02/2025 | Humas
Gelar Wakaf & Zakat Run 2024: BWI, Kemenag, dan BAZNAS Ajak Masyarakat Berolahraga Sambil Beramal
Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menyelenggarakan Wakaf dan Zakat Fun Run (Waqf Run) 2024 pada 22 Desember 2024 di Jakarta. Dengan tema “Sehat Bersama, Wakaf dan Zakat untuk Sesama, demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam wakaf dan zakat.
Ketua BWI sekaligus Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa acara ini merupakan upaya inovatif untuk mengenalkan literasi wakaf dan zakat secara kreatif. Ia optimistis, kolaborasi antarlembaga dapat meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat ekosistem wakaf serta zakat di Indonesia.
“Kami mengundang masyarakat untuk turut serta dalam Waqf Run 2024. Selain menyehatkan, ini juga menjadi peluang untuk berbagi keberkahan melalui wakaf dan zakat,” ungkap Prof. Kamaruddin. Ia menargetkan sebanyak 1.500 peserta dari berbagai latar belakang dan berharap kegiatan ini juga dapat mendukung literasi digital melalui aplikasi Satu Wakaf.
Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menekankan bahwa wakaf dan zakat adalah solusi untuk memperkuat ekonomi umat. Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat berkontribusi dengan cara yang menyenangkan sambil membangun solidaritas sosial. “Sudah saatnya wakaf dan zakat menjadi bagian penting dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, MA, menyebut Waqf Run 2024 sebagai wujud nyata memasyarakatkan wakaf dan zakat. Dengan biaya pendaftaran Rp150.000, termasuk wakaf minimal Rp50.000, peserta dapat berolahraga sekaligus berbagi keberkahan.
Acara ini juga akan dimeriahkan dengan hiburan musik, permainan interaktif, dan berbagai kegiatan lainnya. Beragam lembaga seperti BWI, BAZNAS, Kemenkeu, OJK, Bank Indonesia, serta ATR/BPN turut terlibat. Berikut jadwal kegiatannya:
- 12 November–15 Desember 2024: Pendaftaran daring melalui bit.ly/waqfrun2024.
- 20–21 Desember 2024: Pengambilan race kit.
- 22 Desember 2024: Pelaksanaan mulai pukul 06.00 WIB.
Ayo jadikan Waqf Run 2024 sebagai langkah nyata menuju Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan adil! Daftarkan diri Anda sekarang dan berkontribusilah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045!
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Pertahankan Sertifikasi ISO dan Perkuat Sistem Pengelolaan Zakat yang Transparan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil mempertahankan dua sertifikasi penting, yaitu ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang diterbitkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia.
BAZNAS terus meneguhkan penerapan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diterima dari para muzaki. Penyerahan simbolis kedua sertifikat tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025). Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., bersama perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno.
"Alhamdulillah BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikat ISO setiap tahun. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mengawasi dan mengoptimalkan manajemen internal BAZNAS," kata Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Ketua BAZNAS RI tersebut menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat sesuai dengan standar ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016. Tujuannya adalah agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan transparan.
Menurut Kiai Noor, ISO 9001:2015 bertujuan untuk memastikan kualitas manajemen, menjamin bahwa layanan yang diberikan memenuhi standar mutu dan mematuhi regulasi yang berlaku. Sedangkan sertifikasi ISO 37001:2016 adalah komitmen BAZNAS untuk menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan zakat serta mencegah korupsi dan praktik suap.
BAZNAS memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 setelah menjalani audit ulang oleh Badan Sertifikasi Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan layanan pengelolaan zakat, pengumpulan, pendistribusian, dan pendukung lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainulbahar Noor, Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan, menyampaikan bahwa pencapaian ini akan memotivasi BAZNAS untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, penghargaan ini juga menunjukkan bahwa manajemen BAZNAS memenuhi standar yang berlaku.
Eko Sutrisno dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia memberikan penghargaan kepada BAZNAS atas keberhasilannya mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut, yang menurutnya menunjukkan bahwa BAZNAS tetap menjaga kepercayaan publik dan menjadi contoh bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya di Indonesia. Ia berharap BAZNAS dapat memperluas penerapan standar ini ke tingkat daerah, memastikan transparansi dan akuntabilitas terjaga.
Untuk informasi, BAZNAS pertama kali mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 pada 2018 dan terus memperbaharui sertifikasinya, hingga kini memperoleh versi terbaru ISO 9001:2015 dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Begitu pula dengan ISO 37001:2016 yang pertama kali diterapkan pada 2019, dan kini diperoleh dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan seluruh unit kerja BAZNAS.
kontributor: meisa
editor: mas
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS Siapkan Strategi Penanganan Bencana Tahun 2025 untuk Jaga Keselamatan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tengah merancang strategi khusus untuk mengantisipasi dan menangani potensi bencana pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI, Dian Aditya Mandana Putri, dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Program dan Pembinaan BAZNAS Tanggap Bencana 2025” yang diadakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (3/12/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menyoroti tingginya potensi bencana alam di Indonesia, seperti banjir, gempa bumi, hingga letusan gunung berapi.
“Mitigasi bencana menjadi langkah strategis yang sangat penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat,” ujar Prof. Nadra.
Ia menambahkan, strategi penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, dalam menghadapi berbagai bencana.
Dian Aditya Mandana Putri menjelaskan bahwa BAZNAS RI telah merumuskan tiga pilar utama dalam strategi penanganan bencana, yakni penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan penyempurnaan standar layanan.
“Ketiga pilar ini dirancang agar dapat diterapkan meskipun tidak dalam situasi darurat, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana,” ungkapnya.
BAZNAS juga menjalankan sejumlah program mitigasi bencana untuk mengurangi dampak dan jumlah korban, seperti Kampung Tanggap Bencana, Madrasah Aman Tanggap Bencana, dan BTB Goes to School.
“Program-program ini bertujuan mendampingi masyarakat di daerah rawan bencana agar mereka memiliki kesiapan dan pemahaman dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, mereka dapat bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi,” jelas Dian.
Ia menyebutkan, program-program tersebut telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat di daerah pedesaan, bahkan beberapa desa kini mampu membantu wilayah tetangga yang terkena bencana.
“Alhamdulillah, di beberapa wilayah program ini telah berhasil. Bahkan, masyarakat setempat mampu membentuk kelompok kerja (pokja) tanggap bencana untuk membantu desa atau kelurahan lain yang terdampak,” ujarnya.
Hingga akhir 2024, BAZNAS RI telah menginisiasi 27 lokasi Kampung Tanggap Bencana di berbagai wilayah Indonesia.
“Ke depan, kami berencana menambah lokasi baru sekaligus memastikan keberlanjutan program di 27 titik yang sudah ada. Tujuannya agar masyarakat lebih siap jika terjadi bencana,” tutup Dian.
KONTRI : RIPALDI
EDITOR : PUTRI
BERITA12/02/2025 | Humas
Tunjukkan Dedikasi dalam Pengelolaan Zakat yang Berkualitas, BAZNAS RI Pertahankan Sertifikat ISO
Tunjukkan Dedikasi dalam Pengelolaan Zakat yang Berkualitas, BAZNAS RI Pertahankan Sertifikat ISO
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mempertahankan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang dikeluarkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam menjaga kualitas pengelolaan zakat yang transparan dan efisien, yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wakil Ketua BAZNAS, Mokhamad Mahdum, menjelaskan bahwa sertifikat ini mencerminkan upaya BAZNAS dalam memastikan proses pengelolaan dan penyaluran zakat dilakukan secara efisien dan terstruktur. Hal ini bertujuan agar amanah dari muzakki sampai dengan baik kepada mustahik.
“Sertifikat ini mencerminkan upaya kita untuk memastikan bahwa proses pengumpulan, pengelolaan, hingga penyaluran zakat dilakukan dengan sistem yang terstruktur dan efisien, sehingga amanah dari para muzakki dapat tersampaikan dengan baik kepada mustahik,” ujar Mo Mahdum, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Menurut Mo Mahdum, keberhasilan mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015 ini juga menunjukkan dedikasi BAZNAS dalam memastikan sistem yang diterapkan selalu sesuai dengan standar internasional.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran pimpinan, staf, dan mitra kerja BAZNAS yang senantiasa menjaga standar tinggi dalam melayani umat,” tambahnya.
Sertifikat ISO 9001:2015 sendiri mengarah pada standar tinggi dalam manajemen mutu yang menjamin kualitas pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, baik pimpinan, staf, maupun mitra yang selalu menjaga standar tinggi dalam melayani umat.
Pencapaian tersebut diumumkan oleh auditor Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno dan Johny S. Salim, yang memberikan keputusan ini kepada Wakil Ketua BAZNAS, Mokhamad Mahdum. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta, serta tim Manajemen Mutu BAZNAS RI, di Gedung BAZNAS RI, Selasa (10/12/2024).
Sebagai informasi, BAZNAS pertama kali memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 pada tahun 2011, dan sejak saat itu berhasil mempertahankan sertifikat tersebut hingga 2016. Sejak 2017, BAZNAS berhasil memperoleh dan mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015, yang menjadi standar baru untuk sistem manajemen mutu.
BERITA23/12/2024 | PU3

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Bolaang Mongondow.
Lihat Daftar Rekening →