Berita Terbaru
Sinergi BAZNAS dan Pemdes Abak Bahas Program RLHB
Abak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar rapat koordinasi pada Kamis, 4 September 2025, bertempat di Desa Abak. Rapat ini membahas Rencana Lanjutan Hunian Berbasis (RLHB) bagi masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sangadi Abak, Sekretaris Desa, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dalam rapat ini, berbagai hal teknis dan administratif terkait program RLHB dibahas, termasuk pendataan calon penerima manfaat, kesiapan lahan, serta mekanisme penyaluran bantuan.
BAZNAS berharap melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah desa dan elemen masyarakat lainnya, program RLHB dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
BERITA04/09/2025 | HUMAS
Rapat Perencanaan RLHB Digelar BAZNAS Bolmong di Desa Nonapan
BAZNAS Bolmong Gelar Rapat Perencanaan RLHB di Desa Nonapan Kecamatan Poigar
Bolaang Mongondow – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bolaang Mongondow menggelar rapat pembahasan perencanaan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) di Desa Nonapan, Kecamatan Poigar, pada Rabu (03/09/2025).
Rapat ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Nonapan, imam desa, pegawai syar’i, serta Ketua UPZ Kecamatan Poigar. Dalam diskusi tersebut, BAZNAS Bolmong bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat membahas sejumlah agenda penting, antara lain pendataan calon penerima manfaat, tahapan pembangunan, hingga strategi pelaksanaan agar program RLHB dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ketua BAZNAS Bolmong menyampaikan bahwa RLHB merupakan salah satu program prioritas yang terus digulirkan untuk membantu masyarakat kurang mampu memiliki hunian yang layak, sehat, dan bermartabat. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah desa, tokoh agama, maupun masyarakat setempat.
Ketua UPZ Kecamatan Poigar dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi dan menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan RLHB. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah Desa Nonapan menyatakan dukungannya atas inisiatif ini dan menekankan bahwa RLHB menjadi jawaban nyata atas kebutuhan warga kurang mampu. Para tokoh agama juga memberikan apresiasi serta siap mendukung pelaksanaan program dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Dengan adanya rapat perencanaan ini, BAZNAS Bolmong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program berbasis zakat, infaq, dan sedekah yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. RLHB diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian sosial dalam upaya mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Bolaang Mongondow
BERITA03/09/2025 | HUMAS
BAZNAS Bolaang Mongondow Bersama Pemerintah Desa Totabuan Bahas Rencana Pembangunan RLH
BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Bersama Pemerintah dan Masyarakat Desa Totabuan Bahas Rencana Pembangunan Rumah Layak Huni
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bolaang Mongondow menggelar rapat bersama pemerintah dan masyarakat Desa Totabuan pada Selasa, 2 September 2025. Pertemuan ini membahas rencana pembangunan Rumah Layak Huni bagi warga kurang mampu di desa tersebut.
Rapat berlangsung di balai desa Totabuan dan dihadiri oleh Sekretaris Desa (Sekdes), imam, pegawai syari, serta perwakilan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Ketua BAZNAS Bolaang Mongondow menyampaikan bahwa program Rumah Layak Huni merupakan wujud nyata pendayagunaan dana zakat, infaq, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam hal tempat tinggal.
Melalui rapat ini, BAZNAS Bolaang Mongondow dan pemerintah Desa Totabuan berkomitmen untuk memperkuat kerja sama, termasuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan adanya program Rumah Layak Huni, diharapkan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak dapat terpenuhi, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga.
BERITA02/09/2025 | HUMAS
BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow Hadiri Rakornas 2025, Dukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas
Jakarta – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bolaang Mongondow, Yunita Mohon, S.Ag, bersama Wakil Ketua II, Agus Putra, S.Pd menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) BAZNAS 2025 yang diselenggarakan pada 25–29 Agustus 2025 di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta.
Kegiatan tahunan ini mempertemukan seluruh jajaran BAZNAS dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota se-Indonesia untuk membahas strategi nasional pengelolaan zakat, penguatan kelembagaan, serta inovasi dalam pemberdayaan mustahik.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bolmong, Yunita Mohon, S.Ag, menyampaikan bahwa partisipasi dalam RAKORNAS menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dengan BAZNAS pusat dan daerah lain.
“RAKORNAS ini menjadi ruang strategis bagi kami untuk menyelaraskan program serta membawa gagasan baru yang nantinya bisa diterapkan di Bolaang Mongondow. Tujuan akhirnya tentu bagaimana zakat dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Waka II BAZNAS Kabupaten Bolmong, Agus Putra, S.Pd, menambahkan bahwa forum ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas serta memperluas jejaring antar daerah.
“Dengan sinergi dan kolaborasi, kami optimistis pengelolaan zakat di Bolmong bisa lebih maksimal dan berdampak nyata pada pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
RAKORNAS BAZNAS 2025 turut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari inovasi digital dalam penghimpunan zakat, penguatan regulasi, hingga sinergi program dengan pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Bolmong berharap dapat membawa pulang gagasan dan strategi yang relevan untuk meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat di daerah.
BERITA29/08/2025 | HUMAS
BAZNAS Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik Melalui Pemberdayaan Peternak Kambing Perah
Di tengah upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung mustahik untuk keluar dari jerat kemiskinan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program peternakan berkelanjutan, seperti yang terlihat di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
Herman, seorang anggota Kelompok Peternak Galuh Sejahtera, menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program ini. Ia bukan sekadar peternak biasa, tetapi seorang pionir yang berperan aktif dalam memeriksa status reproduksi kambing perah milik kelompoknya.
Dengan bimbingan dan dukungan BAZNAS, Herman berhasil memastikan proses peternakan berjalan dengan efisien dan berkelanjutan.
Program pemberdayaan yang digagas oleh BAZNAS memiliki visi besar, yaitu mengubah mustahik menjadi muzaki.
Dalam konteks peternakan, visi ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas para peternak seperti Herman yang awalnya bergantung pada bantuan, kini mampu mandiri secara ekonomi. Herman telah dilatih untuk memahami siklus reproduksi kambing perah, mulai dari masa non-laktasi hingga kebuntingan lebih dari tiga bulan.
Dengan pengetahuan ini, ia dapat menentukan waktu kawin ulang yang optimal, sehingga menghasilkan populasi kambing yang sehat dan produktif.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi susu tetapi juga menjaga keberlanjutan populasi ternak.
Keberhasilan program peternakan berkelanjutan ini mencerminkan prinsip tujuan syariah (maqashid syariah), yaitu menjaga keberlanjutan kehidupan umat.
Peternakan kambing perah tidak hanya menghasilkan susu sebagai produk utama, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti penjualan anak kambing, pupuk organik dari kotoran ternak, dan peluang usaha lain yang dapat mendukung ekonomi keluarga.
Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada hasil langsung, tetapi juga menciptakan efek domino yang mendukung ekosistem ekonomi lokal.
BAZNAS memainkan peran strategis sebagai agen pemberdayaan ekonomi umat. Di Desa Handapherang, program ini menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan melalui pendampingan intensif oleh tenaga ahli. Para peternak tidak dibiarkan bekerja sendiri. Mereka mendapatkan pelatihan teknis, fasilitas peternakan, dan pendampingan dalam manajemen reproduksi ternak. Hal ini memastikan setiap langkah yang diambil sesuai dengan standar terbaik.
Herman, misalnya, kini memahami bagaimana mendeteksi fase reproduksi kambing perah dengan akurat, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi peternakan.
Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan oleh Herman dan kelompoknya, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Produksi susu yang meningkat membuka peluang usaha baru seperti pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, keberadaan kambing perah memberikan manfaat tambahan berupa pupuk organik untuk pertanian lokal, menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan di kalangan masyarakat.
Pendekatan berbasis komunitas ini juga mempererat hubungan antaranggota kelompok peternak, menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama.
Keberhasilan ini turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh BAZNAS. Dengan pendekatan yang terukur dan terencana, BAZNAS membuktikan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan berkelanjutan.
Herman dan kisah suksesnya menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat membawa perubahan besar jika dikelola dengan profesional dan amanah. Program peternakan berkelanjutan ini adalah contoh bagaimana zakat dapat bertransformasi dari sekadar ibadah individual menjadi instrumen sosial yang memberikan dampak luas.
Kisah Herman juga menginspirasi peternak lain di wilayah tersebut. Mereka melihat bahwa dengan kerja keras, kemauan untuk belajar, dan dukungan yang tepat, mustahik dapat mengubah nasib mereka dan menjadi mandiri. Kisah ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk berikhtiar dan berinovasi, seraya mengandalkan Allah dalam setiap langkah.
Herman, yang kini lebih percaya diri dan mandiri, adalah cerminan keberhasilan dari sinergi antara zakat, program pemberdayaan, dan semangat individu untuk bangkit dari keterbatasan.
Pelajaran berharga dapat diambil dari program ini. Bagi para muzaki, kisah ini mengingatkan bahwa zakat yang ditunaikan dapat membawa perubahan besar jika dikelola dengan baik. Bagi mustahik, kisah ini menunjukkan bahwa zakat bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari perjalanan menuju kemandirian.
Bagi lembaga seperti BAZNAS, keberhasilan ini adalah motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program pemberdayaan yang dijalankan.
Dalam Islam, zakat bukan hanya alat untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi juga sarana untuk membangun peradaban yang lebih adil dan sejahtera.
Kisah Herman di Desa Handapherang adalah satu dari sekian banyak bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi katalisator perubahan dalam masyarakat. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengelolaan zakat yang lebih baik, baik dengan menunaikan zakat, mendukung program pemberdayaan, maupun menyebarkan inspirasi dari kisah-kisah sukses seperti ini. Dengan begitu, zakat tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi sarana kolektif untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Program-program seperti ini membuktikan bahwa zakat dapat membawa perubahan nyata, mengangkat mustahik dari kemiskinan, dan menginspirasi mereka untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, BAZNAS dapat terus menjadi pelopor dalam memberdayakan umat melalui zakat, membawa harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik.
PENULIS : RUMINI
EDITOR : MAS
BERITA12/02/2025 | Humas
Musim Hujan, ZAuto Pak Ishak Banjir Berkah dari BAZNAS
Musim hujan yang biasanya menjadi tantangan bagi sebagian besar masyarakat justru membawa keberkahan bagi Pak Ishak, pemilik bengkel ZAuto di Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Berkat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pak Ishak mampu mengembangkan bengkelnya hingga menjadi lebih produktif dan menarik banyak pelanggan.
Kondisi cuaca yang sering hujan meningkatkan kebutuhan masyarakat untuk servis kendaraan. Situasi ini dimanfaatkan oleh Pak Ishak untuk meningkatkan pelayanan. Dengan bantuan peralatan kerja dari BAZNAS, kini ia mampu melayani lebih banyak pelanggan. Penghasilan hariannya bahkan melonjak hingga Rp200.000, peningkatan yang signifikan dibanding sebelumnya. “Berkat bantuan dari BAZNAS, saya bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat dan maksimal,” ujar Pak Ishak.
Program pemberdayaan usaha mikro seperti yang diterima Pak Ishak merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pengelolaan zakat yang produktif. Tidak hanya bantuan alat, BAZNAS juga memberikan pendampingan agar usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan menjelaskan bahwa zakat dapat menjadi pendorong perubahan bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa penerima manfaat zakat mampu mengelola bantuan dengan baik dan menggunakannya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Z-Auto Pak Ishak adalah salah satu contoh nyata bagaimana zakat bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya di Jakarta baru baru ini.
Melihat bengkelnya semakin ramai, Pak Ishak berencana memperluas usahanya dengan menambah tenaga kerja baru dari warga sekitar. Ia berharap bisa terus berkembang dan membantu orang lain mendapatkan peluang kerja. “Saya sangat bersyukur kepada BAZNAS atas perhatian dan bantuannya. Harapan saya, program seperti ini terus diperluas agar lebih banyak orang yang terbantu,” tuturnya.
Keberkahan musim hujan dan bantuan dari BAZNAS telah mengubah kehidupan Pak Ishak. Dengan manajemen zakat yang baik, kisah seperti ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat mampu menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi masyarakat.
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Distribusikan 5.000 Paket Sajian Berkah Bergizi untuk Masyarakat Dhuafa di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan melakukan pendistribusian 5.000 paket Sajian Berkah Bergizi untuk masyarakat dhuafa dan yatim di wilayah Bekasi, beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS mendistribusikan 5.000 paket makanan di wilayah Kecamatan Pondok Gede, Kelurahan Margahayu, Kayuringin Jaya, Kampung Pemulung, Jatiasih, Jatirahayu, Jatikarya, Jatimelati, juga untuk 18 Ponpes dan Panti Asuhan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA. mengungkapkan, BAZNAS RI mengoperasionalkan dapur umum lapangan di berbagai titik di Kota Bekasi dengan memberi 5.000 paket makanan siap saji disiapkan, lengkap dengan sayur dan buah.
"Alhamdulillah kami telah menyalurkan 5.000 paket makanan kepada masyarakat dhuafa, yatim di wilayah Bekasi," ungkapnya.
Saidah menambahkan, program pendistribusian paket sajian berkah bergizi menjadi upaya BAZNAS dalam rangka memberikan bantuan pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan.
"Tentunya pemberian makanan ini juga sebagai upaya BAZNAS dalam meringankan beban mustahik," lanjut Saidah.
Saidah menambahkan, bantuan ini merupakan buah dari kebaikan yang terus dilakukan masyarakat melalui BAZNAS, yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
"BAZNAS mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari donatur yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua," ujar Saidah.
Program Bank Makanan BAZNAS merupakan salah satu upaya memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan dan membutuhkan melalui pendekatan kolaboratif, yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga terdampak dengan menyediakan makanan bergizi dalam situasi darurat.
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama Mustahik Gelar Doa Bersama untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan doa bersama atau mujahadah bersama para mustahik untuk mendoakan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara ini berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Jum’at, (29/11/2024).
Acara tersebut dipimpin oleh H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional. Ia mengajak semua pihak untuk terus mendoakan para korban bencana yang sedang menghadapi situasi sulit.
"Doa merupakan salah satu bentuk dukungan dan solidaritas yang sangat penting, selain bantuan materi. Doa dapat memberikan kekuatan kepada mereka untuk menghadapi cobaan ini," ujar Achmad.
Pada kesempatan itu, Achmad juga memberikan apresiasi kepada Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang sejak awal sudah sigap membantu masyarakat terdampak. Ia memuji kerja cepat dan terorganisir dari tim tersebut dalam memberikan berbagai bantuan yang sangat dibutuhkan para pengungsi.
"Alhamdulillah, Tim BTB telah mendirikan dapur umum, dapur air, dan mendistribusikan bantuan seperti air bersih, selimut, peralatan masak, hingga layanan medis untuk ribuan pengungsi di posko-posko evakuasi. Kehadiran ini adalah wujud nyata kepedulian kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita," tambah Achmad.
Achmad juga mengapresiasi dukungan dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, yang telah memberikan infak sebesar Rp250 juta untuk membantu korban erupsi Gunung Lewotobi di NTT.
"Semoga jumlah infak ini terus bertambah sehingga lebih banyak masyarakat terdampak yang bisa terbantu," katanya.
Selain itu, Achmad mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung dan berkontribusi melalui BAZNAS.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk mendampingi masyarakat terdampak hingga masa pemulihan selesai. Melalui doa, mujahadah, dan aksi nyata, BAZNAS ingin memastikan para korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi bencana ini.
"Kita bersama-sama membantu mereka untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan," ujar Achmad.
"Mari kita doakan juga para petugas di lapangan dan masyarakat NTT yang sedang berjuang menghadapi bencana ini. Semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran, dan keberkahan untuk mereka," tutupnya.
PENULIS : AHMAD RIPALDI
EDITOR : NOVAN
BERITA12/02/2025 | Humas
Optimalisasi Dana Zakat BAZNAS untuk Tingkatkan Akses Kesehatan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan perannya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengelolaan dana zakat yang lebih terarah dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta.
Hal ini diungkapkan oleh Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam sebuah rapat yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI terkait kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, Kamis (28/11/2024).
Saidah menjelaskan, potensi zakat yang sangat besar di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas kesehatan nasional. Melalui pengelolaan dana zakat yang lebih strategis, BAZNAS bertujuan menarik lebih banyak kontribusi dari para muzaki untuk mendanai program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, BAZNAS telah mengalokasikan anggaran yang meningkat setiap tahun untuk mendukung program kesehatan. Fokus utama mencakup layanan kesehatan dasar, respons tanggap darurat, hingga pengentasan masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di banyak wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Lebih lanjut, Saidah menegaskan bahwa program-program kesehatan yang dikelola BAZNAS selaras dengan prinsip maqashid syariah, yang salah satunya menekankan pentingnya menjaga jiwa manusia. Pendekatan ini sekaligus memperkuat ikatan spiritual antara muzaki dan mustahik, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan kekurangan gizi.
“Kami terbuka untuk kerja sama yang lebih luas demi mendukung prioritas kesehatan nasional. Dengan optimalisasi dana zakat, kami yakin dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok mustahik,” tutup Saidah.
BERITA12/02/2025 | Humas
CSR Award 2024, BAZNAS RI Raih Prestasi bidang Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuktikan komitmen dalam memberdayakan masyarakat dengan menerima penghargaan kategori gold pada ajang Indonesian SDGs Awards 2024. Penghargaan tersebut diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD).
Acara penganugerahan berlangsung di Jakarta, Kamis (28/11/2024), dengan penghargaan diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, didampingi Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR, Eka Budhi Sulistyo.
Saidah mengungkapkan, penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Ini juga menjadi motivasi bagi kami selaku lembaga pengelola zakat untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa,” ujar dia.
Ia menambahkan, penghargaan ini mencerminkan keberhasilan program-program BAZNAS RI, seperti Lumbung Pangan, Balai Ternak, dan Zakat Community Development, yang berbasis dana ZIS serta unit pengumpulan zakat (UPZ) dan CSR. Program tersebut telah berkontribusi besar dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“BAZNAS RI sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, selain sebagai lembaga yang aktif dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah, juga melakukan penyaluran dalam bentuk pendistribusian dan pendayagunaan zakat," ucap Saidah.
Dalam implementasinya, BAZNAS RI menerapkan prinsip “3A”, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
“Prinsip '3A' ini bukan hanya slogan, tetapi merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan bahwa setiap dana yang dikelola benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata dia.
Lebih lanjut, Saidah menyampaikan bahwa inovasi program pemberdayaan umat akan terus ditingkatkan.
"Kami ingin zakat tidak hanya menjadi alat bantu perekonomian, tetapi juga solusi berkelanjutan yang mampu mengubah kehidupan mustahik menjadi lebih mandiri," tutur dia.
Dengan penghargaan ini, BAZNAS RI berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
“BAZNAS RI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program-programnya dan memperluas jangkauan manfaatnya bagi masyarakat," ujar Saidah.
PENULIS : ILHAM
EDITOR : YMK
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS Dorong Kemajuan Pendidikan Papua dengan Peluncuran Buku Inspiratif
PENULIS : RAEIHAN
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperingati Hari Guru Nasional 2024 dengan memperkenalkan buku bertema edukasi di Papua, yang menyoroti perjalanan inspiratif para pengajar di wilayah tersebut.
Acara peluncuran dilakukan secara virtual melalui kanal YouTube BAZNAS TV baru-baru ini di Jakarta. Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh, termasuk Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, perwakilan perguruan tinggi, dan mentor beasiswa untuk para guru di Papua.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menjelaskan, momentum Hari Guru Nasional dimanfaatkan untuk menegaskan bahwa dana zakat dapat digunakan dalam mendukung pendidikan, khususnya di daerah terpencil yang membutuhkan perhatian lebih.
Menurut dia, inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas guru dan mewujudkan pemerataan pendidikan sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, ia juga memaparkan peran BAZNAS dalam mendukung pembangunan pendidikan tinggi di Papua melalui program Beasiswa Guru Papua. Program ini bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Papua, yaitu IAIN Fattahul Muluk Papua, IAIN Sorong, dan Universitas Cendrawasih, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 150 orang. Bantuan tersebut mencakup pembiayaan pendidikan dan bimbingan dari mentor kampus.
Hasil dari program ini melahirkan buku yang menggambarkan perjuangan para guru di Papua, yang bertujuan memberikan inspirasi dan menyuarakan urgensi pendidikan di wilayah tersebut.
Menurut Pimpinan BAZNAS bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, peluncuran buku ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan semangat para pendidik di Papua, sejalan dengan visi BAZNAS RI untuk memberikan keadilan pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Jihad dan perjuangan yang dilakukan oleh guru maupun calon guru di Papua menjadi bagian dari semangat kita untuk membangkitkan dan memajukan Indonesia," kata Saidah.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Fattahul Muluk, menambahkan, kisah-kisah dalam buku tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak terkait tentang arti penting pendidikan sebagai alat transformasi bagi masa depan yang lebih cerah, khususnya di Papua dan seluruh Indonesia.
"Buku ini tidak hanya menginspirasi para guru, tetapi juga menjadi pengikat bagi kita semua, terutama pengambil kebijakan, baik di tingkat daerah maupun nasional tentang urgensi pendidikan berkualitas untuk generasi masa depan yang lebih baik," ucap dia.
BERITA12/02/2025 | Humas
Gelar Wakaf & Zakat Run 2024: BWI, Kemenag, dan BAZNAS Ajak Masyarakat Berolahraga Sambil Beramal
Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menyelenggarakan Wakaf dan Zakat Fun Run (Waqf Run) 2024 pada 22 Desember 2024 di Jakarta. Dengan tema “Sehat Bersama, Wakaf dan Zakat untuk Sesama, demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam wakaf dan zakat.
Ketua BWI sekaligus Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa acara ini merupakan upaya inovatif untuk mengenalkan literasi wakaf dan zakat secara kreatif. Ia optimistis, kolaborasi antarlembaga dapat meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat ekosistem wakaf serta zakat di Indonesia.
“Kami mengundang masyarakat untuk turut serta dalam Waqf Run 2024. Selain menyehatkan, ini juga menjadi peluang untuk berbagi keberkahan melalui wakaf dan zakat,” ungkap Prof. Kamaruddin. Ia menargetkan sebanyak 1.500 peserta dari berbagai latar belakang dan berharap kegiatan ini juga dapat mendukung literasi digital melalui aplikasi Satu Wakaf.
Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menekankan bahwa wakaf dan zakat adalah solusi untuk memperkuat ekonomi umat. Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat berkontribusi dengan cara yang menyenangkan sambil membangun solidaritas sosial. “Sudah saatnya wakaf dan zakat menjadi bagian penting dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, MA, menyebut Waqf Run 2024 sebagai wujud nyata memasyarakatkan wakaf dan zakat. Dengan biaya pendaftaran Rp150.000, termasuk wakaf minimal Rp50.000, peserta dapat berolahraga sekaligus berbagi keberkahan.
Acara ini juga akan dimeriahkan dengan hiburan musik, permainan interaktif, dan berbagai kegiatan lainnya. Beragam lembaga seperti BWI, BAZNAS, Kemenkeu, OJK, Bank Indonesia, serta ATR/BPN turut terlibat. Berikut jadwal kegiatannya:
- 12 November–15 Desember 2024: Pendaftaran daring melalui bit.ly/waqfrun2024.
- 20–21 Desember 2024: Pengambilan race kit.
- 22 Desember 2024: Pelaksanaan mulai pukul 06.00 WIB.
Ayo jadikan Waqf Run 2024 sebagai langkah nyata menuju Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan adil! Daftarkan diri Anda sekarang dan berkontribusilah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045!
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Pertahankan Sertifikasi ISO dan Perkuat Sistem Pengelolaan Zakat yang Transparan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil mempertahankan dua sertifikasi penting, yaitu ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang diterbitkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia.
BAZNAS terus meneguhkan penerapan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diterima dari para muzaki. Penyerahan simbolis kedua sertifikat tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025). Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., bersama perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno.
"Alhamdulillah BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikat ISO setiap tahun. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mengawasi dan mengoptimalkan manajemen internal BAZNAS," kata Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Ketua BAZNAS RI tersebut menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat sesuai dengan standar ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016. Tujuannya adalah agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan transparan.
Menurut Kiai Noor, ISO 9001:2015 bertujuan untuk memastikan kualitas manajemen, menjamin bahwa layanan yang diberikan memenuhi standar mutu dan mematuhi regulasi yang berlaku. Sedangkan sertifikasi ISO 37001:2016 adalah komitmen BAZNAS untuk menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan zakat serta mencegah korupsi dan praktik suap.
BAZNAS memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 setelah menjalani audit ulang oleh Badan Sertifikasi Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan layanan pengelolaan zakat, pengumpulan, pendistribusian, dan pendukung lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainulbahar Noor, Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan, menyampaikan bahwa pencapaian ini akan memotivasi BAZNAS untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, penghargaan ini juga menunjukkan bahwa manajemen BAZNAS memenuhi standar yang berlaku.
Eko Sutrisno dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia memberikan penghargaan kepada BAZNAS atas keberhasilannya mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut, yang menurutnya menunjukkan bahwa BAZNAS tetap menjaga kepercayaan publik dan menjadi contoh bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya di Indonesia. Ia berharap BAZNAS dapat memperluas penerapan standar ini ke tingkat daerah, memastikan transparansi dan akuntabilitas terjaga.
Untuk informasi, BAZNAS pertama kali mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 pada 2018 dan terus memperbaharui sertifikasinya, hingga kini memperoleh versi terbaru ISO 9001:2015 dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Begitu pula dengan ISO 37001:2016 yang pertama kali diterapkan pada 2019, dan kini diperoleh dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan seluruh unit kerja BAZNAS.
kontributor: meisa
editor: mas
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS Siapkan Strategi Penanganan Bencana Tahun 2025 untuk Jaga Keselamatan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tengah merancang strategi khusus untuk mengantisipasi dan menangani potensi bencana pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI, Dian Aditya Mandana Putri, dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Program dan Pembinaan BAZNAS Tanggap Bencana 2025” yang diadakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (3/12/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menyoroti tingginya potensi bencana alam di Indonesia, seperti banjir, gempa bumi, hingga letusan gunung berapi.
“Mitigasi bencana menjadi langkah strategis yang sangat penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat,” ujar Prof. Nadra.
Ia menambahkan, strategi penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, dalam menghadapi berbagai bencana.
Dian Aditya Mandana Putri menjelaskan bahwa BAZNAS RI telah merumuskan tiga pilar utama dalam strategi penanganan bencana, yakni penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan penyempurnaan standar layanan.
“Ketiga pilar ini dirancang agar dapat diterapkan meskipun tidak dalam situasi darurat, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana,” ungkapnya.
BAZNAS juga menjalankan sejumlah program mitigasi bencana untuk mengurangi dampak dan jumlah korban, seperti Kampung Tanggap Bencana, Madrasah Aman Tanggap Bencana, dan BTB Goes to School.
“Program-program ini bertujuan mendampingi masyarakat di daerah rawan bencana agar mereka memiliki kesiapan dan pemahaman dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, mereka dapat bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi,” jelas Dian.
Ia menyebutkan, program-program tersebut telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat di daerah pedesaan, bahkan beberapa desa kini mampu membantu wilayah tetangga yang terkena bencana.
“Alhamdulillah, di beberapa wilayah program ini telah berhasil. Bahkan, masyarakat setempat mampu membentuk kelompok kerja (pokja) tanggap bencana untuk membantu desa atau kelurahan lain yang terdampak,” ujarnya.
Hingga akhir 2024, BAZNAS RI telah menginisiasi 27 lokasi Kampung Tanggap Bencana di berbagai wilayah Indonesia.
“Ke depan, kami berencana menambah lokasi baru sekaligus memastikan keberlanjutan program di 27 titik yang sudah ada. Tujuannya agar masyarakat lebih siap jika terjadi bencana,” tutup Dian.
KONTRI : RIPALDI
EDITOR : PUTRI
BERITA12/02/2025 | Humas
Tunjukkan Dedikasi dalam Pengelolaan Zakat yang Berkualitas, BAZNAS RI Pertahankan Sertifikat ISO
Tunjukkan Dedikasi dalam Pengelolaan Zakat yang Berkualitas, BAZNAS RI Pertahankan Sertifikat ISO
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mempertahankan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang dikeluarkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam menjaga kualitas pengelolaan zakat yang transparan dan efisien, yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wakil Ketua BAZNAS, Mokhamad Mahdum, menjelaskan bahwa sertifikat ini mencerminkan upaya BAZNAS dalam memastikan proses pengelolaan dan penyaluran zakat dilakukan secara efisien dan terstruktur. Hal ini bertujuan agar amanah dari muzakki sampai dengan baik kepada mustahik.
“Sertifikat ini mencerminkan upaya kita untuk memastikan bahwa proses pengumpulan, pengelolaan, hingga penyaluran zakat dilakukan dengan sistem yang terstruktur dan efisien, sehingga amanah dari para muzakki dapat tersampaikan dengan baik kepada mustahik,” ujar Mo Mahdum, di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Menurut Mo Mahdum, keberhasilan mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015 ini juga menunjukkan dedikasi BAZNAS dalam memastikan sistem yang diterapkan selalu sesuai dengan standar internasional.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran pimpinan, staf, dan mitra kerja BAZNAS yang senantiasa menjaga standar tinggi dalam melayani umat,” tambahnya.
Sertifikat ISO 9001:2015 sendiri mengarah pada standar tinggi dalam manajemen mutu yang menjamin kualitas pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, baik pimpinan, staf, maupun mitra yang selalu menjaga standar tinggi dalam melayani umat.
Pencapaian tersebut diumumkan oleh auditor Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno dan Johny S. Salim, yang memberikan keputusan ini kepada Wakil Ketua BAZNAS, Mokhamad Mahdum. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta, serta tim Manajemen Mutu BAZNAS RI, di Gedung BAZNAS RI, Selasa (10/12/2024).
Sebagai informasi, BAZNAS pertama kali memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 pada tahun 2011, dan sejak saat itu berhasil mempertahankan sertifikat tersebut hingga 2016. Sejak 2017, BAZNAS berhasil memperoleh dan mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015, yang menjadi standar baru untuk sistem manajemen mutu.
BERITA23/12/2024 | PU3

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
